Make your own free website on Tripod.com
 
Pusat Informasi Kecamatan Dewantara
 

 
 

 

 
  
   
• Sekapur sirih

Allah telah memuliakan anak Adam dengan akal dan menjadikan akal sebagai syarat utama pembebanan syariat kepada manusia. Dalam ilmu mantiq dapat juga dikatakan manusia adalah hewan yang berakal (al-Insanu hayawanun natiq). Banyak sebahagain ulama yang mengatakan bahwa ilmu mantiq haram, mungkin karena sebahagian umat menjalankan syariat islam hanya berdasarkan akal pikiran saja, padahal Allah memberikan akal kepada manusia untuk mengetahui mana sisi buruk dan mana sisi baik, dimana setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia tidak terlepas dari kendali dan kontrol dari akal yang sehat.Manusia sebagai “insan kamil” (manusia sempurna ), dalam arti berbeda dengan makhluk Allah lain yang tidak mempunyai akal, diperintahkan Allah untuk bertaffakur dan menghayati Firman-Nya, dan Allah memerintahkan umatnya untuk menggunakan akal mereka dengan berpikir bagaimana upaya membangun bumi dan meperbaikinya demi tercapainya tujuan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Hidup adalah sebuah sketsa fenomena yang dimiliki tiap manusia yang dilahirkan dengan titian fitrah dari Yang Maha Pencipta dalam keadaan suka dan duka. Yang di hatinya tertoreh rasa bahagia ataupun ujian di tiap langkahnya meniti jalan lurus menuju Cinta Illahi suatu hal yang akan dialaminya.. Manusia dengan segala ambisi, idealisme dan cita-cita untuk menaklukkan dunia atau sekedar mencari materi, kadang terlalu sombong dan angkuh untuk menyadari bahwa sepenggal episode perjalanan hidupnya didunia adalah serangkaian takdir-Nya. Mencari hakekat diri, mengais-ngais kelemahan diri dan tiada henti memohon ampunan atas noda-noda kalbunya yang kerap hentikan langkah perjuangan, hingga di akhir hayatnya. Kini.. tiada lagi jiwa yang gundah, karena tiap tanya telah terjawab dalam petunjuk-Nya. Walau ujian dan cobaan awalnya, namun semua adalah tanda terbitnya sebuah HARAPAN. Karena harapan adalah masa depan, ia sumber kekuatan. Terutama karena harapan adalah nikmat terindah dan anugerah paling indah yang tidak diberikan Allah pada musuh-musuh Allah.
Web Master "Dewantara"

 



 

 

• Pamflet merekontruksi Aceh

Tatkala airmata orang-orang Aceh kering meratap kematian 166,320 jiwa saudara seagama kita yang diterjangi gempa tektonik dan menyusur ombak besar Tsunami dari barat Sumatera melantak bumi Aceh dari Tapaktuan, Meulaboh hingga sebahagian Banda Aceh pasti tidak sepantasnya akan sembuh.

Kini, mari kita berfikir, bermesyuarah dan bertindak bagaimana untuk merekonstruksi Aceh yang hampir lenyap tamadun kemanusiannya dengan kudrat dan peluh sendiri biarpun perlu waktu lima tahun atau sepuluh tahun mendatang, kita mesti bekerja untuk manusia Aceh yang degil dan keras hati itu supaya penghidupan dan kehidupan mereka, membina semula sebahagian tamadun yang telah hilang. Inilah masanya untuk kita memacu keberanian dari urat nadi orang-orang Aceh sendiri yang utuh berpaut pada nilai adat dan agama Islam yang mendarah daging dalam budaya Aceh sebagai Aceh Baru.

Selepas bencana Tsunami pada 26 Disember 2004 yang amat melukakan mata dan hati kita, ekologikal musnah, sengsara manusia, huru-hara sosial dan kecemaran budaya Aceh, kita harus menguak kesilapan masa lalu yang menghilangkan konsep meunasah atau musyalla desa disamping pupusnya hutan bakau dan tiada penanaman pokok kelapa di pinggir pantai menjadi buah bibir kita sekian lama.Mari kita menyeru sesiapa juga yang prihatin mencuil Aceh semoga kefahaman mereka dalam membangun semula tamadun Aceh Baru, pastikan roh Islami menunjang pengupayaan sosial dan budaya Aceh, dan memeta kembali potensi bahaya geologikal terhadap bencana gempa tektonik dan ombak besar Tsunami. Aceh Baru bukan sekadar pembangunan prasarana, tetapi penyembuhan luka dan trauma dalam jiwa orang-orang Aceh yang holistik dijana kembali serentak pemulihan budaya dalam kehidupan sosial yang dinamis.Akhirnya kita berpesan, jangan ada sesiapa mengambil peluang dan kesempatan dalam kesempitan dan sengsara orang-orang Aceh, tatkala kini mengucur deras dari pelbagai penjuru dunia dana merekonstruksi Aceh, dan kita berdoa Allah Yang Maha Mengasihani hamba-Nya dapat memandu sesiapa yang berperanan dalam pengupayaan pembangunan Aceh berjiwa besar mengatasi sempadan geografi negara, agama, dan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 
©2008 Dewantara Corporation. All rights reserved